Scrolling Sosial Media

Scrolling Sosial Media Bisa Bikin Capek

Scrolling Sosial Media Bisa Bikin Capek Tapi Juga Susah Berhenti Sehingga Membuat Pengguna Selalu Kecanduan. Saat ini Scrolling Sosial Media sering di anggap sebagai aktivitas yang ringan dan tidak melelahkan. Namun tidak ada yang menyadari bahwa kebiasaan ini bisa menguras energi dari mental tanpa di sadari. Setiap kali layar itu bergulir maka otak juga di paksa untuk menerima informasi yang secara terus menerus. Ada banyak hal yang bisa di lihat seperti konten teks gambar atau video yang datang secara bergantian tanpa jeda. Inilah yang membuat otak tidak punya waktu yang cukup untuk memproses dan beristirahat. Sehingga muncul rasa capek meski tubuh tidak melakukan aktivitas yang berat. Dengan begitu kondisi seperti ini sering kali di sebut sebagai kelelahan mental.

Tak hanya itu saja algoritma sosial media juga sengaja dibuat agar penggunanya terus menerus melakukan scrolling. Seperti menampilkab konten yang memancing emosi seperti marah sedih atau kagum sesering mungkin. Hal ini tentunya membuat emosi jadi naik turun dan membuat otak bekerja lebih keras. Dan jika terjadi dalam jangka waktu yang lama maka tubuh bisa merespon dengan rasa lelah dan sulit untuk fokus. Kemudian terdapat pula notifikasi yang muncul tiba tiba memecahkan konsentrasi pengguna ponsel. Hal inilah yang membuat otak di paksa berpindah fokus berkali kali dalam waktu yang singkat.

Selain itu scrolling juga berdampak pada kondisi fisik. Mata akan menatap layar secara terus menerus tanpa berkedip. Hal ini bisa membuat mata cepat kering dan terasa perih. Selain itu juga ada leher dan bahu yang sering tegang akibat posisi yang terlalu lama. Jika kita duduk diam tanpa bergerak maka hal ini bisa memperlambat aliran darah. Tentunya tubuh akan terasa lebih pegal dan juga lesu. Namun rasa capek ini sering disalah artikan sebagai kurang tidur atau kurang makan.

Scrolling Sosial Media Memiliki Pengaruh Besar

Scrolling Sosial Media Memiliki Pengaruh Besar terhadap fokus seseorang. Hal ini tentu karena aktivitas yang membiasakan otak untuk menerima hal-hal secara cepat dan terus berubah ubah. Faktornya adalah setiap beberapa detik muncul konten baru yang lebih menarik perhatian. Hal inilah yang membuat otak akhirnya terbiasa dengan pola stimulasi yang instan. Fokus untuk jangka panjang tentunya sulit untuk di pertahankan. Hal ini terjadi saat kita membaca atau bekerja pikiran jadi mudah untuk terdistraksi. Dan tak hanya itu itu saja keinginan untuk membuka sosial media juga muncul meski tidak ada kebutuhan. Ini juga membuat fokus terpecah tanpa di sadari.

Perubahan fokus ini juga berkaitan dengan cara otak beradaptasi. Saat ini sosial media banyak melatih otak untuk berpindah perhatian dengan cepat. Mulai dari satu video ke video yang lain, mulai dari satu topik topik yang berbeda. Kebiasaan seperti inilah yang menurunkan kemampuan konsentrasi manusia. Sehingga hal inilah yang membuat tugas yang membutuhkan fokus lama jadi terasa lebih membosankan.

Hal ini karena otak meminta rangsangan yang lebih menarik seperti scrolling. Akibatnya produktivitas manusia jadi menurun secara perlahan. Banyak sekali orang yang sulit untuk menyelesaikan tugas tanpa jeda untuk scrolling social media. Selain itu ada juga konten emosional yang mempengaruhi perhatian. Banyak sekali konten yang memicu emosi sehingga sulit untuk di lepaskan dari pikiran. Hal inilah yang membuat setelah scrolling emosi jadi terbawa ke aktivitas yang lain.

Memiliki Dampak Besar

Scrolling social media tentu Memiliki Dampak Besar terhadap kualitas istirahat manusia. Terutama jika manusia itu melakukan scrolling menjelang tidur. Tentunya banyak sekali orang yang terbiasa untuk membuka ponsel sebelum memejamkan mata. Hal inilah yang membuat otak tetap aktif ketika seharusnya sudah bersiap untuk beristirahat. Hal ini juga mengakibatkan waktu tidur sering tertunda lebih lama dari rencana awal. Tubuh mungkin sudah berada di tempat tidur tapi pikirannya masih saja memikirkan apa yang telah di scrolling tadi. Inilah yang membuat jam tidur menjadi tidak optimal.

Tak hanya itu saja cahaya layar juga bisa menurunkan kualitas istirahat manusia. Paparan cahaya ini membuat sinyal bahwa seakan akan hari masih siang. Sehingga membuat hormon tidur menjadi lebih terganggu. Dan juga rasa ngantuk yang sudah muncul bisa perlahan lahan menghilang akibat cahaya tersebut. Padahal mata sebelumnya sudah lelah tapi tubuh sulit untuk benar-benar tidur. Dan pada akhirnya tidur pun jadi sering tidak nyenyak atau seseorang bisa sesekali terbangun tanpa alasan. Dan tak jarang juga orang yang bangun pagi merasa tubuhnya masih terasa lelah.

Selain itu ada juga isi dari konten sosial media yang mengganggu ketenangan pikiran. Hal ini karena banyak sekali konten emosional yang lewat. Bisa di mulai dari berita buruk atau konflik yang memicu stres seperti perselingkuhan. Hal inilah yang membuat pemikiran jadi lebih aktif untuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Sehingga otak juga sulit untuk beristirahat secara mendalam. Dan hal ini juga membuat tidur jadi mudah terganggu sehingga pemulihan tubuh pun menurun.

Cara Untuk Mengurangi Rasa Lelah

Cara Untuk Mengurangi Rasa Lelah akibat scrolling bisa di mulai dengan kesadaran dari diri sendiri. Hal ini di lakukan karena banyak sekali orang yang scrolling tanpa tujuan yang jelas. Sehingga aktivitas ini sering berjalan lebih lama dari yang di rencanakan. Oleh karena itu otak terus menerima rangsangan baru tanpa henti. Hal inilah yang membuat rasa capek terus muncul meski tubuh tidak bergerak. Jika kita mampu menyadari kebiasaan ini adalah kebiasaan buruk maka bisa mengubah kebiasaan sehari-hari.

Langkah yang bisa di lakukan adalah dengan membatasi durasi penggunaan sosial media. Anda bisa memulai dengan menggunakan timer atau pengingat waktu di ponsel. anda tentukan saja kapan harus berhenti untuk scrolling. Dengan waktu yang terkontrol maka anda bisa memanfaatkan waktu jadi lebih terarah. Jika anda menggunakan cara seperti ini maka bisa membantu otak anda mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Selain itu anda juga bisa melakukannya dengan mengatur notifikasi. Jika notifikasi anda sering kali terlalu banyak hal ini bisa memecahkan fokus dan energi mental anda. Anda bisa memulai dengan matikan notifikasi yang tidak penting. Munculkanlah nanti fikasi yang paling mendesak agar tetap aktif. Jika gangguan lebih sedikit maka pikiran anda bisa lebih tenang. Hal ini tentu bisa membantu untuk menjaga energi anda sepanjang hari.

Selain itu hal yang paling penting adalah memberi tubuh kesempatan untuk sering bergerak. Jika kita scrolling terlalu lama dalam posisi yang sama maka ke depannya lakukanlah pergerakan selama beberapa menit. Anda bisa melakukan peregangan berjalan jalan cukup beberapa menit saja. Hal ini karena gerakan yang ringan bisa melancarkan aliran darah di dalam tubuh. Tak hanya itu saja mata juga bisa beristirahat sebentar dari layar. Anda bisa mengalihkan pandangan ke arah yang lain beberapa saat. Inilah beberapa cara yang bisa di lakukan untuk mengurangi lelah akibat Scrolling Sosial Media.