<yoastmark class=

Fenomena Aneh tak biasa mengguncang Kota Padang pada Jumat sore (24/5/2025) ketika warga dikejutkan oleh fenomena alam yang tak lazim: hujan es. Fenomena ini terjadi di beberapa kecamatan, terutama di kawasan Lubuk Begalung, Kuranji, dan Pauh. Warga yang awalnya mengira hujan deras biasa, mendadak panik saat mendengar suara benda keras menghantam atap rumah, mobil, dan jalanan.

Lina (37), warga Kuranji, menceritakan pengalamannya saat kejadian. “Awalnya langit gelap, lalu hujan turun sangat deras. Tapi suara hujannya beda, seperti batu-batu kecil jatuh. Pas saya lihat ke luar, ternyata es batu!” katanya sambil menunjukkan potongan es yang masih disimpannya di freezer.

Banyak warga yang merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial. Dalam hitungan menit, video-video hujan es di Padang langsung viral di TikTok, Instagram, dan Twitter, dengan tagar #HujanEsPadang menjadi trending nasional. Dalam salah satu video, terlihat anak-anak keluar rumah memungut butiran es sebesar kelereng dari jalanan.

Tidak sedikit warga yang merasa takut karena belum pernah menyaksikan kejadian serupa. “Baru pertama kali dalam hidup saya lihat hujan es di Padang. Ini bukan cuma hujan lebat biasa. Kami kira kiamat kecil,” ujar Pak Irwan, seorang pensiunan guru.

Meskipun menimbulkan kehebohan, hujan es ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, beberapa laporan menyebutkan ada kaca rumah yang retak dan atap seng rumah warga yang penyok akibat dihantam es. Di kawasan simpang Lubeg, sebuah tenda pedagang makanan rusak tertimpa es dan angin kencang.

Fenomena Aneh hujan es ini menjadi bahan pembicaraan hangat di berbagai forum komunitas warga Padang. Banyak yang menduga bahwa perubahan iklim global sudah mulai menunjukkan dampaknya secara langsung. “Ini jadi peringatan bagi kita semua bahwa cuaca makin sulit diprediksi,” ujar seorang netizen.

Analisa BMKG: Penyebab Hujan Es Di Tengah Cuaca Tropis

Analisa BMKG: Penyebab Hujan Es Di Tengah Cuaca Tropis akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai hujan es yang terjadi di Kota Padang. Menurut pihak BMKG, fenomena ini sebenarnya dapat terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia, meski sangat jarang.

Kepala BMKG Padang Panjang, Indra Wahyudi, mengatakan bahwa hujan es terjadi akibat adanya awan Cumulonimbus (Cb) yang sangat aktif di atmosfer. “Hari itu terjadi pembentukan awan Cb yang cukup besar dan tinggi. Di dalam awan ini, terdapat arus udara naik yang sangat kuat yang mampu membawa butiran air hingga ke lapisan atmosfer yang sangat dingin, sehingga membeku menjadi es,” jelas Indra.

Ia menambahkan bahwa butiran es tersebut kemudian jatuh ke permukaan bumi ketika sudah terlalu berat untuk ditahan oleh arus udara. “Karena jatuh dari ketinggian ribuan meter, es ini bisa sampai ke permukaan sebelum sempat mencair sepenuhnya, apalagi jika suhu permukaan tidak terlalu panas akibat hujan,” tambahnya.

BMKG menyebutkan bahwa suhu udara pada siang hari sebelum hujan es relatif lebih rendah dari biasanya karena mendung tebal sudah terjadi sejak pagi. Kondisi ini memperbesar kemungkinan es tidak mencair sebelum mencapai tanah. Data radar cuaca menunjukkan bahwa awan Cb terbentuk intensif pada pukul 15.00 WIB dan bertahan hingga pukul 16.30 WIB.

Selain itu, adanya konvergensi udara dari Samudra Hindia dan daerah dataran tinggi di Sumatera Barat memperkuat kondisi atmosfer yang tidak stabil. “Ini menyebabkan pembentukan awan hujan ekstrem dengan partikel es di dalamnya,” papar Indra.

Meskipun begitu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu panik. Fenomena hujan es tidak selalu berbahaya, kecuali terjadi dalam intensitas tinggi dan disertai angin kencang atau petir. “Namun, warga tetap perlu waspada terhadap potensi pohon tumbang, longsor, dan sambaran petir,” tambahnya.

Media Sosial Meledak Dari Fenomena Aneh: Reaksi Lucu Hingga Cemas Warganet

Media Sosial Meledak Dari Fenomena Aneh: Reaksi Lucu Hingga Cemas Warganet dalam hitungan jam, video, foto, dan komentar mengenai fenomena aneh ini membanjiri media sosial. Tagar #HujanEsPadang bahkan menduduki posisi pertama trending Twitter Indonesia, mengalahkan berita politik dan hiburan pada hari itu.

Salah satu video yang paling viral menunjukkan seorang bocah memungut butiran es sambil berkata, “Kayak di luar negeri, ya!” Video itu ditonton lebih dari 2 juta kali dalam waktu 24 jam. Banyak netizen membalas dengan komentar seperti, “Padang jadi Swiss!” dan “Ayo bikin es campur alami!”

Namun, tidak semua komentar bernada lucu. Banyak juga yang khawatir dengan makna di balik fenomena tersebut. “Ini serius. Kita harus mulai sadar bahwa cuaca ekstrem makin sering terjadi. Jangan-jangan nanti salju beneran turun di Indonesia,” tulis akun @climatewatch_id.

Beberapa influencer lokal turut menyoroti kejadian ini. Selebgram asal Padang, @nindysyam, mengunggah video dirinya memungut es dari halaman rumahnya. “Demi apa, ini beneran es dari langit! Baru kali ini dalam hidupku lihat kejadian gini,” tulisnya dalam caption. Postingannya langsung dibanjiri lebih dari 80 ribu likes.

Di sisi lain, ada juga pengguna media sosial yang mengaitkan kejadian ini dengan mitos atau kepercayaan lokal. “Dulu kakek saya bilang, kalau hujan es turun, berarti alam sedang marah,” tulis seorang pengguna Facebook yang mengunggah foto rumahnya yang atapnya bolong tertimpa es.

Salah satu hoaks yang sempat menyebar adalah klaim bahwa hujan es ini disebabkan oleh “teknologi pengendali cuaca” yang digunakan untuk proyek tertentu. BMKG dan beberapa pemerhati sains langsung membantah isu tersebut. “Itu tidak benar dan tidak ilmiah. Jangan mudah percaya teori konspirasi,” ujar Indra dari BMKG.

Fenomena ini akhirnya memicu perbincangan lebih luas tentang pentingnya edukasi iklim di masyarakat. Beberapa akun edukasi lingkungan memanfaatkan momen ini untuk menjelaskan perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan pentingnya menjaga kelestarian bumi.

Pemerintah Daerah Dan BPBD Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem

Pemerintah Daerah Dan BPBD Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemerintah Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung bergerak cepat. Mereka mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus terjadi beberapa hari ke depan.

Wali Kota Padang, Hendri Septa, dalam konferensi pers menyatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan camat dan lurah untuk siaga dan mendata dampak dari hujan es tersebut. “Kami akan pastikan tidak ada warga yang terdampak serius. Kalau ada kerusakan, kita bantu sesuai kemampuan pemerintah daerah,” ujarnya.

BPBD Kota Padang juga telah mengerahkan tim untuk meninjau lokasi-lokasi yang terdampak hujan es. Dari hasil pantauan, setidaknya terdapat belasan rumah dengan kerusakan ringan seperti atap bocor atau jendela pecah. Beberapa kendaraan juga dilaporkan mengalami penyok akibat hantaman es.

Kepala BPBD Padang, M. Fikri, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan posko siaga bencana cuaca ekstrem di tiga kecamatan yang terdampak. “Kami juga telah berkoordinasi dengan dinas sosial untuk menyiapkan bantuan logistik jika dibutuhkan,” katanya.

Pemerintah juga mulai menyosialisasikan langkah-langkah mitigasi bencana kepada masyarakat. Melalui media sosial dan pengeras suara di masjid-masjid, warga diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras, menjauhi daerah rawan longsor, dan menghindari genangan air.

Dalam jangka panjang, Pemko Padang berencana untuk meningkatkan sistem peringatan dini bencana berbasis teknologi. “Kami sadar bahwa perubahan iklim membuat cuaca makin tak terduga. Oleh karena itu, sistem informasi harus diperkuat agar warga bisa cepat tanggap,” ujar Wali Kota Hendri.

Dengan langkah cepat ini, pemerintah berharap bisa mengurangi risiko dan dampak dari fenomena cuaca ekstrem ke depan. “Ini bukan kejadian terakhir. Yang penting, kita siap hadapi kemungkinan berikutnya dengan pengetahuan dan kesiapan,” tutup Wali Kota Hendri dari Fenomena Aneh.