Tanda ASI Cukup: BB Bayi Naik, Bunda Gak Perlu Galau Lagi!

Tanda ASI Cukup: BB Bayi Naik, Bunda Gak Perlu Galau Lagi!

Tanda ASI Cukup: BB Bayi Naik, Bunda Gak Perlu Galau Lagi Karena Hal Tersebut Menandakan Bahwa Itu Normal Dan Efektif. Banyak ibu menyusui merasa cemas saat melihat bayinya rewel. Terlebih yang sering menyusu, atau tertidur singkat setelah minum ASI. Tak jarang muncul pertanyaan klasik: “punya aku cukup gak, ya?” Padahal, tidak semua tanda kekurangannya bisa di nilai dari satu perilaku saja. Faktanya, tubuh ibu dan bayi memiliki mekanisme alami yang saling menyesuaikan. Salah satu indikator terpenting Tanda ASI Cukup adalah berat badan (BB) bayi yang naik sesuai usianya. Jika ini tercapai, bunda sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Agar tidak terus di liputi rasa galau. Maka berikut empat fakta penting yang bisa menjadi penanda bahwa Tanda ASI Cukup untuk si kecil.

Berat Badan Bayi Naik Stabil Sesuai Usia

Fakta paling kuat bahwa yang cukup adalah kenaikan berat badan bayi yang konsisten. Pada minggu-minggu awal, bayi memang bisa mengalami penurunan BB,. Akantetapi setelah itu berat badannya akan kembali naik secara bertahap. Jika grafik pertumbuhan bayi menunjukkan tren naik dan sesuai dengan kurva usianya. Maka itu artinya asupannya sudah mencukupi kebutuhan nutrisinya. Tidak perlu membandingkan bayi sendiri dengan bayi lain. Karena setiap anak memiliki ritme tumbuh yang berbeda. Selama dokter atau tenaga kesehatan menyatakan pertumbuhan bayi baik. Kemudian juga dengan bunda tidak perlu ragu atau merasa gagal dalam menyusui.

Frekuensi Buang Air Kecil Dan Besar Normal

Bayi yang mendapatkannya cukup biasanya akan sering buang air kecil. Kemudian juga sekitar 6–8 kali sehari atau lebih. Urine berwarna jernih hingga kuning muda menjadi tanda tubuh bayi terhidrasi dengan baik. Untuk buang air besar, bayi dengan air susu ibu eksklusif bisa memiliki pola yang berbeda-beda. Ada yang BAB setiap hari, ada juga yang beberapa hari sekali. Maka selama feses lembek dan bayi tampak nyaman, kondisi ini masih tergolong normal. Pola eliminasi yang baik menunjukkan bahwa air susu ibu di cerna dengan optimal. Dan juga tubuh bayi mendapatkan cukup cairan serta nutrisi.

Bayi Tampak Aktif, Tenang, Dan Menyusu Efektif

Bayi yang cukup akan air susu ibu umumnya tampak aktif saat bangun. Kemudian yang memiliki warna kulit cerah, dan tidak terlihat lemas. Saat menyusu, bayi akan mengisap dengan ritme teratur dan menelannya dengan baik. Setelah menyusu, bayi biasanya terlihat lebih tenang dan puas, meskipun tidak selalu langsung tertidur lama. Kemudian dengan rewel sesekali tetap normal dan tidak selalu berarti air susu ibu kurang. Perlu di ingat, bayi menyusu bukan hanya untuk lapar. Akan tetapi juga untuk kenyamanan, rasa aman, dan bonding dengan ibu.

Payudara Ibu Beradaptasi Dengan Kebutuhan Bayi

Banyak ibu mengira payudara yang tidak terasa penuh berarti air susu ibu berkurang. Padahal, seiring waktu, tubuh ibu akan menyesuaikan produksinya sesuai kebutuhan bayi. Payudara terasa lebih ringan justru menandakan sistem menyusui sudah stabil. Dan air susu ibu juga tidak selalu menetes atau bocor sebagai tanda produksi melimpah. Selama bayi menyusu efektif dan pertumbuhannya baik. Maka produksinya akan berjalan sebagaimana mestinya.

Produksinya bekerja berdasarkan prinsip supply and demand. Semakin sering bayi menyusu. Maka akan semakin kuat sinyal tubuh untuk memproduksinya. Kecukupannya tidak bisa di nilai hanya dari satu tanda atau perasaan semata. Berat badan bayi yang naik, frekuensi pipis yang cukup, kondisi bayi yang aktif. Serta adaptasi tubuh ibu adalah indikator yang jauh lebih akurat. Bunda tidak perlu terus membandingkan diri dengan ibu lain atau merasa bersalah tanpa alasan yang jelas. Karena menyusui adalah proses belajar bagi ibu dan bayi. Selama pertumbuhan si kecil baik dan bunda merasa nyaman, berarti air susu ibunya sudah bekerja dengan optimal.

Jadi itu dia beberapa fakta jika BB naik terus, maka para bunda tak perlu galau lagi karena itu sebagai Tanda ASI Cukup.