
Ban Mobil Mudah Pecah Di Jalan Tol Dan Penyebabnya
Ban Mobil Mudah Pecah Di Jalan Tol Dan Penyebabnya Wajib Di Ketahui Karena Bisa Jadi Hal Ini Akibat Muatan Berlebih. Saat ini Sering kali Ban Mobil pecah di jalan tol. Dan pastinya jika sering terjadi bisa sangat membahayakan. Seperti yang kita tau bahwa jalan tol adalah tempat yang membuat para pengendara melaju dengan kecepatan yang tinggi dalam waktu yang lama. Dengan kondisi yang seperti ini maka akan membuat ban jadi bekerja lebih berat daripada saat di jalan biasa. Jika ban tidak dalam kondisi yang optimal maka pastinya risiko pecah juga bisa meningkat. Hal ini sering kali tidak di sadari oleh para pengemudi.
Penyebab dari ban pecah ini juga beragam. Salah satunya adalah adanya tekanan angin yang tidak sesuai. Jika tekanan ban terlalu rendah maka bisa membuat dinding ban bekerja jadi lebih keras. Nantinya panas bisa cepat terbentuk dengan adanya gesekan yang berlebih. Namun tekanan yang terlalu tinggi juga bisa berisiko. Hal ini bisa menyebabkan ban jadi kaku dan juga rentan untuk pecah saat menghantam permukaan jalan yang tidak rata.
Selain itu faktor panas juga bisa jadi penyebab yang dominan saat ini. Jika kita berada di jalan tol pastinya harus melaju dengan kecepatan yang stabil dan juga tinggi. Jika terjadi gesekan pada ban maka panas juga tidak akan terkelola dengan baik. Sehingga hal inilah yang akan membuat struktur ban jadi melemah dan akhirnya pecah. Kemudian faktor lainnya adalah dari kondisi ban yang aus. Jika ban mobil sudah menipis tentunya akan kehilangan daya tahan. Hal ini karena lapisan pelindung dari ban sudah tidak optimal lagi. Sehingga risiko untuk pecah juga sangat besar karena ban sudah lama di pakai.
Muatan Berlebih Bisa Jadi Penyebab Ban Mobil Pecah
Muatan Berlebih Bisa Jadi Penyebab Ban Mobil Pecah terutama saat mobil melaju dengan kecepatan yang tinggi. Tentunya setiap ban mobil memiliki batas beban yang sudah di tentukan dari pabriknya. Ketika muatan sudah melebihi batas maka ban dari mobil akan di paksa untuk bekerja lebih ekstra. Dengan begitu maka banyak sekali pengemudi yang tidak menyadari karea mobil masih bisa berjalanan normal selama perjalanan.
Saat mobil membawa muatan yang lebih maka takanan yang di terima juga akan meningkat secara drastis. Nantinya ban mobil harus bisa menahan bobot kendaraan yang secara sekaligus juga menanggung gaya dorong saat mobil melaju. Beban yang berlebih inilah yang akan membuat dinding ban terus merasa tertekan. Tekanan ini juga akan menyebabkan ban jadi lebih cepat lelah. Dalam jangka waktu tertentu kekuatan ban juga akan menurun perlahan.
Muatan yang berlebihan juga bisa membuat peningkatan pada suhu ban itu sendiri. Gesekan yang terjadi antara ban dan juga aspal tentunya semakin besar karena beban yang di topang sangat besar. Hal inilah yang membuat saat mobil melaju lama panas juga akan terakumulasi. Nantinya suhu tinggi dari ban juga akan membuat ban jadi lebih lunak. Kondisi seperti ini bisa sangat berbahaya apalagi ketika ban sudah kehilangan kekuatannya.
Tekanan angin yang ada di ban juga tentunya sering tidak di sesuaikan dengan muatan tambahan yang ada. Ketika tekanan ban normal tapi membawa beban berlebih tentu akan merasa panas juga. Hal ini karena dinding dari ban itu bekerja secara ekstra keras untuk menopang bobot kendaraan. Sehingga berisiko untuk retak dan ban bisa pecah tiba-tiba.
Kesalahan Pengemudi
Kesalahan Pengemudi juga sering kali menjadi faktor pecahnya ban mobil. Hal ini karena banyak sekali pengemudi yang merasa bahwa ban akan aman saja selama mobil masih bisa berjalan. Padahal dengan kebiasaan berkendara yang salah bisa saja memberi tekanan yang besar pada ban itu sendiri. Nantinya risiko ini juga akan semakin tinggi saat melakukan perjalanan jauh di jalan tol. Akibatnya ban akan bekerja lebih kersa untuk mengikuti gaya mengemudi si pengemudi.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah ketika pengemudi mengabaikan tekanan angin ban. Tentunya banyak sekali pengemudi yang jarang untuk mengecek tekanan ban secara rutin. Padahal ketika ban kurang angin maka bisa membuat dinding ban terus merasa tertekan. Sehingga panas juga akan cepat terbentuk di dalam ban saat mobil melaju. Kondisi seperti inilah yang membuat ban jadi cepat pecah.
Kemudian kesalahan yang lain juga bisa di lihat dari mengemudi dengan kecepatan yang tinggi. Jika kita mengemudi dengan kecepatan tinggi dan dalam waktu yang lama tentu bisa membuat gesekan antara ban dan juga aspal. Akibatnya suhu dari ban juga akan naik secara perlahan namun tetap konsisten. Jika pengemudi tidak memberikan jeda untuk istirahat maka panas akan menumpuk dan membuat ban pecah.
Dan yang terakhir adalah kesalahan dalam mengabaikan kondisi fisik dari ban. Padahal retakan kecil yang terjadi di ban bisa membuat permukaan jadi aus. Biasanya para pengemudi akan tetap memaksakan perjalanan jauh. Padahal ini sudah menunjukkan bahwa kondisi ban sedang tidak sehat.
Tindakan Darurat
Tindakan Darurat saat ban mobil pecah di jalan tol juga sangat menentukan keselamatan dari si pengemudi dan juga penumpang. Dan juga pastinya kejadian ini terjadi secara tiba-tiba dan mengejutkan. Tentunya akan ada reaksi panik dan hal ini bisa memperburuk keadaan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengetahui langkah apa yang harus di lakukan saat mengalaminya.
Saat ban pecah tentunya pengemudi dan penumpang harus tetap tenang. Kendalikanlah setir dengan tenang dan jangan lupa untuk memegang kemudi dengan kuat menggunakan kedua tangan. Hindarilah gerakan yang di lakukan secara mendadak karena ini bisa membuat mobil jadi oleng. Anda juga tidak boleh menginjak rem dengan keras karena mobil butuh waktu untuk menstabilkan diri.
Lalu anda juga bisa mengurangi kecepatan secara perlahan. Lepaskanlah pedal gas secara bertahap. Biarkanlah kecepatan turun dengan sendirinya. Dan jika memungkinkan anda juga bisa gunakan engine brake untuk melakukan pengereman halus untuk menjaga kendali kendaraan. Lalu setelah kecepatan berkurang anda bisa segera arahkan kendaraan ke bahu jalan. Pakailah lampu sein sejak awal agar pengendara lain tau. Berpindahlah dengan perlahan dan juga aman. Pastikan anda tidak mengganggu pengendara lain.
Setelah berhenti anda bisa segera nyalakan lampu hazard karena lampu ini bisa memberikan tanpa kepada pengemudi lain. Nantinya para pengemudi lain juga akan lebih waspada. Hal inilah yang membuat keamanan di sekitar kendaraan juga jadi lebih terjaga. Anda jangan langsung turun dari mobil jika situasi belum aman. Namun jika kondisi sudah memungkinkan maka anda bisa langsung pasang segitiga pengaman. Letakkanlah jarak aman dari kendaraan lain. Karena hanya dengan tanda ini anda bisa memberi peringatan dini. Jadi risiko tertabrak juga tidak akan terjadi. Inilah beberapa hal yang bisa di lakukan ketika mengalami pecah pada Ban Mobil.